Jumat, 26 Juli 2013

Say Hallo

Sudah lama nih tidak memberikan kabar kepada sahabat semua..

Maaf yah...

Puji Tuhan, saya sudah menyelesaikan pendidikan strata 1 saya di Universitas Sumatera Utara dan saat ini saya sedang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kota Medan.

Banyak penyesuaian yang harus saya lakukan dalam memanagement kehidupan saya, dimulai dari disiplin waktu, cara bekerja yang efektif dan tentunya dengan tanggung jawab.

Perbedaan antara dunia kerja dan dunia kuliah seperti bumi berputar 360 derajat, Yah...

Suatu saat, pasti sahabat-sahabat semua merasakannya.

Yang penting, tetap jalani hidup dengan semangat...


Minggu, 10 Februari 2013

Memaknai Arti Kehilangan

Ada seorang perempuan yang merasa sangat
kehilangan saat ditinggal mati suami yang
sangat dicintainya.

Demikian besar rasa cintanya, sehingga ia
memutuskan untuk mengawetkan mayat
suaminya dan meletakkannya di dalam kamar.

Setiap hari, dia menangisi suaminya yang telah
menemaninya bertahun-tahun. Wanita itu
merasa dengan kematian suaminya, maka tidak
ada lagi makna dari hidup yang dijalaninya.

Cerita tentang wanita itu terdengar oleh seorang
pria bijak yang juga terkenal memiliki kesaktian
yang tinggi. Didatanginya wanita tersebut, dan
dia mengatakan bisa menghidupkan kembali
suaminya. Dengan syarat dia meminta
disediakan beberapa bumbu dapur yang mana
hampir setiap rumah memilikinya.

Namun, ada syarat lain, bumbu dapur tersebut
harus diminta dari rumah yang anggota keluarganya
belum pernah ada yang meninggal dunia sama
sekali.

Mendengar hal itu, muncul semangat di hati
sang wanita tersebut. Dia berkeliling ke semua
tetangga dan berbagai penjuru tempat. Setiap
rumah memiliki bumbu dapur yang diminta oleh
si orang bijak, tapi setiap rumah mengaku
pernah mengalami musibah ditinggal mati oleh
kerabatnya. Entah itu orang tua, suami, nenek,
kakek, adik, bahkan ada yang anaknya sudah
meninggal.

Waktu berjalan dan tidak ada satu pun rumah
yang didatanginya bisa memenuhi syarat yang
dibutuhkan.

Hal ini menjadikan wanita tersebut sadar, bahwa
bukan hanya dirinya yang ditinggal mati oleh
orang yang disayanginya.

Akhirnya, dia kembali mendatangi si orang
bijak dan menyatakan pasrah akan kematian
suaminya. Hingga kemudian dia menguburkan
mayat suaminya, dan menyadari bahwa semua
orang pasti pernah mengalami masalah
sebagaimana yang dihadapinya.

Pesan dari kisah di atas adalah, jangan pernah
menganggap bahwa masalah yang ada pada
kita merupakan masalah yang paling besar
,
sehingga kita mengorbankan waktu hanya untuk
terus meratapi musibah tersebut.

Yakinlah, bahwa semua orang di dunia ini
pernah mengalami musibah,  apapun bentuknya.
Yang membedakan adalah bagaimana
seseorang menghadapi dan menyikapi
masalah yang ada pada dirinya.
:-)

Sumber : Anne Ahira

SAAT HIDUP SUSAH DIJALANI


Seorang professor berdiri di depan
kelas filsafat dan mempunyai
beberapa barang di depan mejanya.

Saat kelas dimulai, tanpa
mengucapkan sepatah kata, dia
mengambil sebuah toples mayones
kosong yang besar dan mulai mengisi
dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada para
muridnya, apakah toples itu sudah
penuh? Mahasiswa menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak
batu koral dan menuangkannya ke
dalam toples. Dia mengguncang dengan
ringan. Batu-batu koral masuk,
mengisi tempat yang kosong di antara
bola-bola golf.

Kemudian dia bertanya pada para
muridnya, Apakah toples itu sudah
penuh? Mereka setuju bahwa toples
itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil
sekotak pasir dan menebarkan ke
dalam toples...

Tentu saja pasir itu menutup segala
sesuatunya. Profesor sekali lagi
bertanya apakah toples sudah penuh?

Para murid dengan suara bulat
berkata, "Yaa!"

Profesor kemudian menyeduh dua
cangkir kopi dari bawah meja dan
menuangkan isinya ke dalam toples,
dan secara efektif mengisi ruangan
kosong di antara pasir.

Para murid tertawa...

"Sekarang," kata profesor ketika
suara tawa mereda, "Saya ingin
kalian memahami bahwa toples ini
mewakili kehidupanmu.
"

"Bola-bola golf adalah hal-hal yang
penting - Tuhan, keluarga, anak-anak,
kesehatan, teman dan para
sahabat. Jika segala sesuatu hilang
dan hanya tinggal mereka, maka
hidupmu masih tetap penuh.
"

"Batu-batu koral adalah segala hal
lain, seperti pekerjaanmu, rumah
dan mobil.
"

"Pasir adalah hal-hal yang lainnya
- hal-hal yg sepele.
"

"Jika kalian pertama kali memasukkan
pasir ke dalam toples,
"  lanjut
profesor, "Maka tidak akan tersisa
ruangan untuk batu koral ataupun
untuk bola-bola golf. Hal yang sama
akan terjadi dalam hidupmu
."

"Jika kalian menghabiskan energi
untuk hal-hal sepele, kalian tidak
akan mempunyai ruang untuk hal-hal
yang penting buat kalian
"

"Jadi..."

"Berilah perhatian untuk hal-hal
yang kritis untuk kebahagiaanmu.
Bermainlah dengan anak-anakmu.
Luangkan waktu untuk check up
kesehatan.


Ajak pasanganmu untuk keluar makan
malam. Akan selalu ada waktu untuk
membersihkan rumah, dan memperbaiki
mobil atau perabotan.
"

"Berikan perhatian terlebih dahulu
kepada bola-bola golf - Hal-hal
yang benar-benar penting. Atur
prioritasmu. Baru yang terakhir,
urus pasir-nya
."

Salah satu murid mengangkat tangan
dan bertanya, "Kalau Kopi yg
dituangkan tadi mewakili apa?"

Profesor tersenyum, "Saya senang
kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan
kepada kalian, sekalipun hidupmu
tampak sudah begitu penuh, tetap
selalu tersedia tempat untuk
secangkir kopi bersama sahabat"
:-)
 
---------------------
Sumber : "google bottle".

TIPS Menentukan Tujuan Hidup

"Without goals, and plans to reach them, you are
like a ship that sail with no destination" -
(Fritzhugh Dodson)
Banyak manusia yang hidup di dunia ini, melewati hari-harinya tanpa mengetahui apa yang menjadi tujuan hidupnya. Hidup hanya sekedar rutinitas dari rangkaian kegiatan bangun pagi, berdoa, mandi, sarapan hingga tiba saatnya untuk tidur kembali. Sehingga, sangat kekecawaan mewarnai kehidupan dan berkata bahwa semua sudah diatur oleh "nasib".

Seringkali, orang tidak mau melakukan perubahan dalam hidupnya, tetapi mudah untuk menuntut orang lain berubah. Kelalaian menunggu perubahan menjadikan semua manusia terlena dengan keadaannya. Sebenarnya apa yang ingin kita capai dalam kehidupan kita...??

Sebaiknya, kalimat ini kita pertanyakan pada diri kita... 
Setidaknya, kita memiliki gambaran kearah mana kita harus melangkah.

So, sedikit tips dari saya untuk melakukannya :
1. Tanyakan apa yang menjadi keinginan kepada diri kita sendiri..??
apa yang ingin kita lakukan..?? pencapaian seperti apa yang kita harapkan.?? kehidupan seperti apa yang kita inginkan..?? *ingat, tidak ada seorang pun yang berhak melarang kita untuk bermimpi*

2.  Belajarlah dari kehidupan orang-orang yang telah melakukannya sebelumnya. Hal ini dapat kita lakukan dengan mewawancarai mereka atau paling tidak kita membaca pengalaman-pengalaman yang pernah mereka alami. "itu akan menjadi kekuatan dan bekal tersendiri bagi kita".

3. Tingkatkan kemampuan. Jangan puas dengan pengetahuan yang kita miliki, karena semakin lama kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan semakin meningkat. Apalagi tidak lama lagi, perdagangan bebas akan mewarnai pasar indonesia. Hallo... jangan mau ketinggalan donk..!!! Ayo, tingkatkan kemampuan kita. 

Semua tips di atas adalah sekedar untuk menyemangati teman-teman semua., masih banyak hal lainnya yang dapat kita lakukan yang pasti tentukan "apa yang menjadi tujuan kita untuk hidup"..

DAN TIDAK JARANG DARI MANUSIA YANG HIDUP DI DUNIA INI, TIDAK MEMILIKI TUJUAN HIDUP...

Selasa, 05 Februari 2013

Hikmat

Hikmat adalah kebutuhan dasar manusia dalam menjalani kehidupan.
Setiap manusia yang diciptakan Tuhan di dunia ini telah diberikan karunia hikmat, hanya saja peberdannya adalah hikmat tersebut dimanfaatkan atau tidak dimanfaatkan seseorang dalam menjalani kehidupannya.
Masalah yang sering kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari pada dasarnya menuntut kita untuk menyelesaikannya dengan penuh hikmat, karena hasilnya akan jauh lebih baik.

Ketika kita semakin dekat dengan pencipta kita, hikmat tersebut akan bertambah-tambah dalam kehidupan kita. Kita akan semakin mengerti apa yang seharusnya dan yang terbaik untuk kita lakukan.
Kebimbangan memilih jalan kehidupan, jalan penyelesaian masalah terkadang menjadikan kita sebagai pribadi yang lemah...

Dan, satu hal dari kejadian tersebut yang kita lupakan adalah..
Kita tidak menggunakan hikmat yang Tuhan telah sediakan bagi kita.

Cobalah untuk tenag sejenak dan mulailah menanyakan kepada Tuhan apa yang harus kita lakukan...
Karena, dalam ketenangan hadirlah pemikiran dan solusi yang bijaksana.

Jangan pernah menganggap diri kita yang paling benar, hingga tidak ada lagi tempat bagi orang lain untuk berbicara membrikan saran kepada kita,
dan jangan pernah menganggap diri hebat hingga kita tidak pernah menerima jika kita salah.

Hikmat tersebut akan terlihat ketika kita belajar mengakui bahwa kita adalah makhluk yang Tuhan ciptakan dan senantiasa mensyukuri semua yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita.

Salam ku : Welly Harefa

Minggu, 09 September 2012

Semester 1 Di Sosiologi

Selamat datang di dunia kampus dengan semangat yang baru pastinya.
Hmm.. Apa kabar nih di sosiologi..??
Ayo, kupas tuntas matakuliah sosiologi dengan membaca beberapa tulisan di bawah ini..
Hehehhee...
Tapi, maaf ya..
Baru ini aja yg bisa di post...
Nah, silakan buka halaman di bawah ini..
Smoga bermanfaat ya...
Semangat.. semangat .. semangat... 
 http://weliharefa.blogspot.com/p/all-about-sosiology.html

Mahasiswa Sosiologi, FISIP USU Tahun 2009
Lokasi : Pantai Labu

Metode Penelitian


Metode Penelitian

Pengertian
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.

Paradigma Penelitian
Paradigma kuantitatif
a.   Paradigma tradisional, positivis, eksperimental, empiris.

b.   Menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.

c.   Realitas bersifat obyektif dan berdimensi tunggal.

d.   Peneliti independen terhadap fakta yang diteliti.

e.   Bebas nilai dan tidak bias.

f.    Pendekatan deduktif. 

g.   Pengujian teori dan analisis kuantitatif.


Paradigma kualitatif

a.   Pendekatan konstruktifis, naturalistis (interpretatif), atau perspektif postmodern.

b.   Menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas.


c.   Realitas bersifat subyektif dan berdimensi banyak.

d.   Peneliti berinteraksi dengan fakta yang diteliti.

e.   Tidak bebas nilai dan bias.

f.    Pendekatan induktif.

g.   Penyusunan teori dengan analisis kualitatif.



Perbedaan Paradigma Kuantitatif dengan Kualitatif
a.    Penelitian kuantitatif diasumsikan independen, sehingga penelitia secara objektif harus menyampaikan hasil penelitian. Sedangkan pada penelitian kualitatif peneliti dapat berinteraksi dengan objek penelitian, melihat nilai-nilai bahkan mengubah seluruh konsep penelitian apabila ada hal-hal baru yang ditemui pada saat penelitian. Penelitian dapat menciptakan teori-teori yang baru.
b.    Kuantitatif menggunakan paradigma deduktif, sedangkan kualitatif adalah induktif.

Jenis Penelitian
a.    Penelitian historis

b.    Penelitian desktriptif
c.    Studi kasus lapangan
d.   Penelitian korelasional
e.    Kausal-komparatif
f.     Eksperimen